Laporan Infaq 1000/Hari 2023

Laporan Infaq 1000/Hari 2023

Yuk, ambil bagian dalam jalan surga!
Mari berbagi!

Mulai Rp1000 hingga tak terbatas. Siapa pun bisa berperan.

Sebesar apa pun tetap berarti. Raih kejayaan dunia akhirat.

Ummi/Abi, Izinkan saya menyampaikan laporan dan perkembangan ke para donatur setiap pekan dan bulannya mengenai infaq 1000/hari pada Yayasan Al Karima

Laporan infaq 1000/hari Desember 2022 Alhamdulillah terkumpul Rp 8.287.500,00

Pengumpulan infaq dilakukan pada tgl 1-10 setiap bulannya

Pengumpulan bisa melalui Transfer BSI ke no rek 1300130018 an YAYASAN ALKARIMA KALIMANTAN BARAT, atau diantar langsung ke sekolah

Terimakasih Syukron jazakumullah Khairan kepada para donatur yang telah menginfakan sebagian rezekinya untuk anak yatim, penghafal Al-Qur’an dan dhuafa, semoga Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik lagi. Allah jadikan anak ummi/Abi anak yang sholeh dan sholeha, menjadi anak yang sehat, cerdas, dan berguna untuk bangsa dan agama.
Semoga Allah jadikan hidup kita mudah, berkah dan lapang dengan infak untuk anak yatim, penghafal Al-Qur’an dan duafa ini.

Jazaakumullohu Khoiron Katsiron
Wassalamualaikum Wr. Wb

Salam hormat saya,

Staff admin infaq 1000

Indri Nur Kholifah

“Aku Menjadi Nelayan di Serapah Buaya”

“Aku Menjadi Nelayan di Serapah Buaya”

“Aku Menjadi Nelayan di Serapah Buaya”

Oleh : Zeal Bilbashwara Siraja Azhar 

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.. Teman-teman, serta Ummi dan Abi semua…

Perkenalkan namaku Zeal Bilbashwara Siraja Azhar. Panggil saja Zeal. Zeal bersekolah di SDIT Al-Karima Kubu Raya. Sekarang aku duduk di kelas 3 C.

Teman-teman, mau tau tidak kisah seruku saat berada di sekolah? Aku mau bercerita lewat tulisanku ini.  Semoga kalian suka dengan cerita ini ya?

Pengalaman seru ini adalah saat aku mengikuti lomba bercerita disekolah.  Cerita yang harus aku bawakan judulnya SERAPAH BUAYA.

Awalnya aku takut mendengar judulnya. Tapi setelah membaca naskahnya, aku tidak takut lagi. Itu kan hanya cerita. Akupun belajar menghapalkan cerita ini. Dibantu dengan beberapa gambar berwarna. Gambar-gambarnya dikirim oleh Omi (ibuku) yang saat itu sedang di luar kota.

Setiap malam sepulang Opi (Abi) bekerja, aku latihan. Nenek juga ikut membantu melatihku. Pokoknya heboh suasana rumah. Nenek bilang begini, dan Opi bilang begitu. Adikku juga ikutan mengganggu dan ingin ikutan. Terkadang aku malas berlatih karena capek. Tapi aku lanjut latihan lagi. Agar nanti bisa tampil dengan baik.

Saat hari lomba tiba, aku menjadi seperti nelayan yang membawa pancingan. Pancingannya terbuat dari bambu. Opi di rumah yang membuatkannya.

Baju yang aku pakai adalah baju kaos gambar among us. Dan celana panjang biru gelap. Di bahuku diselendangkan sarung warna hitam juga.

Di kepalaku aku memakai caping besar. Aku juga memakai sebuah kumis yang terbuat dari selotip hitam, yang dibentuk menjadi kumis bapak-bapak. Aku geli sendiri melihatnya. Wajahku tampak berbeda. Seperti orang tua.

Tapi kata Opi dan Omi aku harus PD alias percaya diri. Dan Aku dipesankan Opiku, ketika tampil jangan memakai sepatu atau sendal. Agar benar-benar mirip nelayan!

Ha ha ha

Saat aku berkaca sekali lagi, aku terlihat lucu sekali.

***

Hari lombapun tiba. Sesampainya disekolah, teman-temanku menertawaiku karna aku seperti nelayan sungguhan.

“Zeal..zeal jadi nelayan ke?”

“Ih zeal ade kumis”

Kawan-kawan sangat antusias dan kepo. Mereka baru saja tanding futsal. Teman-temanku ini bernama Thariq, Fadhil, Salman, Nuha, Hanif, Fikri dan Alif. Mereka habis ikut lomba futsal. Dan mereka ikut menontonku memberi semangat. Teman-teman lain di 2 C juga menontonku lomba. Ustadzah Wani dan Maulit juga memberi semangat untukku.

Saat itu kulihat banyak juga yang ikut lomba bercerita ini. Yang menonton juga banyak karena kami berlomba dilapangan sekolah. Suasana di sekolah saangat ramai. Banyak anak-anak dari kelas lain. Mereka juga ikut lomba yang lain.

Karena ramai, aku nyaris lupa isi ceritaku. Jadi aku baca saja. Padahal di rumah aku berlatih tanpa melihat kertas. Tap tidak apa-apa, pikirku. Yang penting aku sudah tampil di depan kawan-kawan dan guru-guruku.

Saat tampil hatiku dag dig dug. Tapi aku tetap berusaha percaya diri. Ada adik, Opi dan nenekku yang juga ikut menontonku. Juga guru-guru dan teman-teman sekelas. Orang-orang memfoto saat aku tampil. Aku merasa keren walau jelek memakai kumis. He he he

Cerita yang aku bawakan di lomba judulnya “Serapah Buaya”. Ini adalah cerita Rakyat Kubu Raya. Ceritanya sangaat menarik. mengisahkan 2 orang nelayan miskin yang saat sedang memancing, menemukan rumah kosong di pinggir sungai.

Ternyata rumah aneh itu didalamnya banyak buaya. Buayanya banyak dan ada yang sedang melakukan acara perkawinan. Singkat kata, ada buaya yang mengamuk dan mengeluarkan serapah. Serapah inilah yang mengilhami kisah Serapah Buaya tadi.

Selesai membawakan cerita di lomba, aku merasa semuanya sangat seru. Aku lega sudah tampil. Tapi aku tidak menang. Walau tidak menang, pengalaman ini sangat menyenangkan. Aku akan ikut lagi jika nanti ada lagi lomba bercerita.

***

Baiklah kawan-kawan. Itulah tadi pengalaman mengesankan saat aku berada di sekolah. Sesungguhnya setiap hari di sekolahku selalu seru. Karena kawan-kawanku semuanya keren. Guru-guruku juga seru-seru. Kami selalu bersemangat ke sekolah.

Semoga kawan-kawan yang membaca cerita ini suka dengan ceritaku ya? Sampai jumpa. Terima kasih sudah membaca cerita ini.

Al Karimaku… Surga Belajarku…

Al Karimaku… Surga Belajarku…

Al Karimaku, Surga Belajarku

Sebuah karangan deskriptif

Karya: Muhammad Raushan El-Haq didampingi Ummi

 

Namaku Muhammad Raushan El-Haq, siswa kelas 2C SDIT Al Karima Kubu Raya. Sekolahku terletak di Komplek Mawar Indah, Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Di atas tanah seluas 2.400 meter persegi dibangun beberapa fasilitas pendidikan berupa ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, koperasi sekolah, taman bermain, lapangan olahraga, tempat ibadah, laboratorium, dan sanitasi. Adapun program unggulan di sekolahku adalah tahfidz Qur’an, mabit, market day, outing class, ekstrakurikuler, dan parenting.

Kesan pertama saat memasuki gerbang sekolah kami, nampak suasana asri nan nyaman. Berjajar gedung dua lantai yang megah dan tertata rapi. Pepohonan hijau menambah sejuk dan segar udara di dalamnya. Nuansa hijau syahdu menghiasi sekolahku. Tepat didepan gedung terdapat lapangan yang luas. Tiang bendera tertancap tepat di tengah-tengah lapangan. Di sebelah kiri belakang terdapat beberapa saung kayu menawan yang dihiasi berbagai tanaman dan warna-warni bunga beraneka rupa. Suara gemericik air mancur menambah keelokan taman. Berenang berbagai macam ikan di dalam kolam yang didesain se-artistik mungkin oleh ahlinya.

Saat para siswa-siswi tiba di sekolah diantar oleh para orang tua atau wali murid, di halaman telah berjajar para Ustadz dan Ustadzah yang siap menyambut kedatangan kami dengan ramah dan santun. Pak Satpam pun dengan sigap mengatur kendaraan yang datang agar tertib dan teratur. Tak lupa kami mencuci kedua tangan kami terlebih dahulu, memberi salam kepada Ustadz dan Ustadzah kemudian masuk ke gedung sekolah secara teratur.

Ketika bel berbunyi teeet…teeet…teeet… pukul 06.55, para murid segera bergegas memasuki kelas dengan riang dan semangat. Pagi itu Ustadzah Wani, wali kelasku dan Ustadzah Maulit, guru pendamping kelasku memimpin para murid untuk berdoa bersama-sama sebelum memulai pembelajaran. Setelah itu, Ustazah bercerita tentang kisah teladan para nabi dan rasul beserta sahabat-sahabatnya dengan cerita yang sangat menarik sehingga para murid terkesima dan menyukainya. Di akhir sesi Ustadzah berkata: “Ustadzah mempunyai beberapa pertanyaan tentang kisah tadi, yang bisa menjawab akan Ustadzah beri hadiah yang menarik. Hayoooo siapa yang ingin menjawab?.” Serentak para murid berkata: “Saya Ustadzah… Saya Ustadzah… Saya Ustadzah…” sahut kami sambil mengangkat jari dengan penuh antusias. Itulah keseruan setiap pagi di kelas kami saat pemberian materi akhlak mulia. Kami dapat mengambil suri tauladan dari kisah-kisah mulia tersebut. Selain akhlak mulia, setiap hari kami juga belajar membaca, menulis dan menghafal Al-Quran. Sholat Dhuha juga tak pernah kami tinggalkan setiap pagi.

Para guru di sekolahku merupakan guru-guru profesional dan handal di bidangnya. Mereka menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan sehingga para murid merasa senang belajar di SDIT Al Karima Kubu Raya. Media pembelajaranya pun disiapkan dengan baik dan menarik sehingga dapat menambah semangat belajar semua murid. Disela-sela pembelajaran, guru kelas dan pendamping terkadang memberi game atau  permainan edukatif agar siswa-siswi tidak bosan dan semakin bersemangat dalam belajar.

Sekolah kami mempunyai motto “Sekolah Ramah Anak” dan selalu menerapkan salam, sapa, senyum, sopan dan santun. Sehingga suasana islami dan damai bisa kami rasakan. Guru dan murid beserta seluruh warga sekolah bisa bersahabat, saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya. Sungguh sangat nyaman dan damai di hati. Maa Syaa Allah sungguh indahnya.

Ruang kelas didesain sedemikian rupa dengan dekorasi dan tempelan dinding yang berwarna-warni seolah menggoda mata untuk selalu memandanginya. Setiap hari sejumlah siswa-siswi bertugas piket kelas untuk membersihkan ruang kelas. Ada yang menyapu, membersihkan papan tulis, mengelap kaca, merapikan meja dan sandal teman-temannya. Hal ini membuat kelas kami selalu bersih, rapi dan nyaman. Sehingga membuat guru dan murid merasa betah di dalamnya.

Saat bel berbunyi tanda pelajaran telah usai, para guru petugas piket telah siap ditempatnya menunggu penjemput satu per satu. Kemudian memanggil para murid sebagai pemberitahuan bahwa penjemput telah datang. Para siswa berdebar menunggu namanya dipanggil kemudian keluar kelas dengan tertib. “Raushan kelas 2C dijemput Ummi.” Suara speaker menggema membuat hatiku tersentak bahagia. Namun, ada sedikit rasa pilu karena akan berpisah sementara dengan Ustadzah dan teman-temanku yang setiap hari menemaniku belajar dan selalu ada keseruan setiap hari. Aku selalu penasaran hal baru apa yang akan kudapat esok hari di sekolah ini.

Belum pernah kutemui sekolah senyaman, sedamai dan seramah ini. Aku merasa senang sekali belajar di SDIT Al Karima Kubu Raya dan sangat bangga sebagai bagian dari sekolah ini.

Al Karimaku… Kaulah Surga Belajarku…