Ciptakan Liburan Keluarga yang Sehat dan Menyenangkan

Ciptakan Liburan Keluarga yang Sehat dan Menyenangkan

Ditulis oleh Prevention

Padatnya aktivitas dan pekerjaan sering membuat kita para orang tua tak punya waktu untuk bercengkrama bersama keluarga, terutama si Kecil. Padahal meluangkan quality time bersama anak akan membuat si Kecil merasa selalu dekat dan mendapatkan perhatian dari orangtuanya. Dan ini adalah dasar terbentuknya sebuah keluarga yang harmonis.
Oleh karena itu, banyak orang tua yang memanfaatkan libur panjang sekolah untuk mendapatkan quality time mereka bersama sang buah hati. Dan tak jarang ada yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berpelesir ke luar kota atau negeri demi mendapatkan pengalaman liburan seru bersama keluarga tercinta.
Tapi tahukah Anda kalau sebenarnya quality time yang seru bersama anak juga bisa didapatkan di rumah. Tanpa perlu mengeluarkan budget besar. Berikut beberapa ide yang akan membuat liburan kali menjadi quality time yang seru dan sehat.

Berolahraga bersama.
Selain menciptakan kehangatan, aktivitas ini juga akan membuat seluruh anggota keluarga menjadi lebih bugar dan sehat. Ajaklah anak-anak untuk membantu menentukan daftar olahraga apa saja yang bisa dilakukan bersama. Tapi pastikan olahraga tersebut bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga. Lalu, gunakan spidol warna-warni untuk buat kalender pengingat hari dan jam olahraga agar anak lebih termotivasi. Kita juga bisa mengadakan kompetisi kecil-kecilan agar si Kecil lebih semangat. Misal, siapa yang paling rajin olahraga bisa mendapatkan hadiah.
Bermain bersama.
Kita bisa memilih aktivitas outdoor seperti lompat tali, basket, sepak bola, atau bahkan petak umpet. Kesenangan yang didapat saat melakukan permainan tersebut bisa bantu membentuk kekompakan keluarga. Sebab permainan-permainan tersebut biasanya dilakukan secara berkelompok, sehingga kita bisa mengasah anak-anak untuk mengatur strategi bersama, mengajarkan mereka arti kerjasama, dan pasti aktif bergerak.
Berkreasi bersama.
Ajak seluruh anggota keluarga untuk menari bersama. Libatkan si Kecil dalam pemilihan lagu dan kreasikan tarian sehingga mereka akan sangat menikmatinya. Atau bisa juga melakukan kontes hula hoop yang bisa meningkatkan semangat kompetisi dengan cara yang menyenangkan.
Berkebun bersama.
Si Kecil tidak suka mengonsumsi sayur? Aktivitas berkebun bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Studi dari Texas A&M University menemukan, anak-anak akan menunjukkan rasa ketertarikan yang lebih untuk merasakan sayuran-sayuran yang mereka sudah tahu, kenal, serta tanam sendiri. Ajak anak untuk ikut menanam benih, menyiram, dan memberikan pupuk. Jika kita tidak memiliki kebun yang besar, kita bisa mengajak si Kecil menanam tanaman hias di pot.Selain sebagai ajang perekat hubungan antara kita dengan sang buah hati, kegiatan menggali, mencangkul, dan menyiangi rumput bisa menjadi cara yang cukup efektif bagi anak kita untuk membakar kalorinya.

Menjaga Kesehatan Makanan Pada Anak

Menjaga Kesehatan Makanan Pada Anak

Jika Anda tidak mulai menerapkan kebiasaan makan sehat pada anak Anda dari saat mereka lahir, kemungkinan Anda akan bertanya seperti ini, “Bagaimana saya bisa memiliki anak yang sehat?” Kabar baiknya adalah bahwa banyak orang tua mengajukan pertanyaan ini, sehingga hal ini menunjukkan minat dan kepedulian terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Jika orangtua melihat perlunya perubahan dan bersedia untuk mewujudkannya, mereka akan segera memulai perubahan tersebut dengan tekad dan cinta mereka kepada anak-anak meraka. Ingat bahwa memperbaiki gizi anak dan meningkatkan aktivitas fisik mereka adalah sebuah proses. Semakin besar seorang anak, semakin kuat perlawanan mereka.

Pertama, Anda harus mengevaluasi gaya hidup keluarga Anda dan melihat di mana Anda dapat membuat perubahan dengan mudah. Apakah anak-anak Anda makan makanan cepat saji beberapa kali dalam minggu? Apakah mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi? Sangat mudah untuk menghindari mereka makan makanan cepat saji dan mudah untuk membuat aturan ketat tentang menonton TV. Perubahan seperti ini benar-benar akan membuat perbedaan dalam kesehatan keluarga Anda.

Setelah perubahan sederhana dilaksanakan dan anak Anda telah belajar untuk menyesuaikannya, sekarang saatnya untuk mengambil langkah berikutnya. Benar-benar menganalisis kebiasaan makan keluarga Anda. Lihat isi lemari dan kulkas Anda, apa yang anak-anak dan Anda konsumsi? Apakah mereka makan cukup buah-buahan, sayuran dan biji-bijian?

Pada titik ini, saatnya untuk mulai mengubah kebiasaan belanja Anda. Beralih dari roti putih dengan roti gandum, dari beras putih ke beras merah dan lain-lain. Secara bertahap berhenti membeli makanan ringan olahan dan makanan penutup sebaiknya membeli lebih banyak buah dan sayuran. Belajarlah untuk membaca label makanan dan menghindari MSG, sirup jagung fruktosa tinggi dan aspartam.

Sementara itu, dorong anak-anak Anda menjadi lebih aktif. Rencanakan kegiatan olahraga yang dapat Anda lakukan bersama-sama sebagai sebuah keluarga, seperti berjalan-jalan, bermain kickball atau mengunjungi kebun binatang. Kegiatan seperti ini akan menguntungkan seluruh keluarga Anda dan akan membuat kenangan besar dalam hidup.

Ini adalah hal yang baik untuk membuat perubahan secara bertahap karena tidak ada yang suka untuk mengubah seluruh hidup mereka dalam semalam. Ikuti langkah demi langkah untuk memulai proses memiliki anak yang sehat. Orang tua harus mempunyai tekad yang kuat untuk memulainya, jika Anda menyayangi anak Anda, pasti Anda juga bersedia untuk membuat perubahan hidup sehat. Anak yang sehat membutuhkan.

Karena Aku Orang Tua

Karena Aku Orang Tua

Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 17 Desember 2016 SDIT ALKARIMA KUBU RAYA telah mengadakan kegiatan rutin bulanan yaitu Parenting. kegiatan ini di isi oleh konsultan pendidikan yang berasal dari Jogjakarta yakni ibu Dr.Hj.Herawati,Msi. walaupun sudah berumur 50 an ibu yang satu ini sangat enerjik, semangat, dan menjiwai setiap kata-kata yang ia ucapkan. salah satunya adalah peran ibu sebagai guru pertama di keluarga. ibu harus kuat, sabar dan bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. peran ibu di keluarga 80% dibandingkan ayah yang hanya 20%. ibu yang baik akan melahirkan anak-anak yang baik pula, demikian yang dikatakan dosen Untan ini.