GERAKAN LITERASI ALKARIMA

GERAKAN LITERASI ALKARIMA

SDIT Alkarima Kubu Raya melaksanakan kegiatan Literasi yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Jumat agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Kegiatan ini di laksanakan pada setiap hari jumat yang melibatkan semua warga sekolah untuk berperan aktif di dalamnya dari Kepala sekolah, peserta didik, Guru, Tenaga Kependidikan maupun karyawan sekolah.

 

Setiap hari jumat, SDIT Alkarima Kubu Raya menyiapkan waktu khusus untuk seluruh warga sekolah dari Kepala sekolah,peserta didik, Guru, Tenaga Kependidikan maupun karyawan sekolah untuk membaca buku secara serentak yaitu dari pukul 09.15-09.45 WIB.

Indonesia masih menjadi negara berkembang yang ditandai dengan rendahnya tingkat literasi di masyarakat. Ada perbedaan dramatis antara negara berkembang dan negara maju, salah satunya negara maju memiliki tingkat melek huruf yang jauh lebih baik daripada negara berkembang. Upaya paling fektif untuk menigkatkan tingkat literasi adalah disekolah. Jadi Gerakan Literasi ini adalah Gerakan Membaca secara serentak merupakan salah satu diantara partisipasi SDIT Alkarima dalam meningkatkan kualitas tingkat literasi di Indonesia.

     

Manfaat Literasi

Belajar literasi tentu memiliki manfaat yang sangat banyak, terutama di tengah gempuran informasi di era digital seperti saat ini. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari belajar literasi:

  1. Memperkaya kosa kata.
  2. Memperluas wawasan dan pengetahuan.
  3. Membantu berpikir kritis untuk membantu dalam mengambil keputusan.
  4. Membuat otak bekerja lebih optimal.

  5. Mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi dari bacaan.
  6. Mengasah kemampuan menulis dan merangkai kata dengan lebih baik.
  7. Melatih konsentrasi dan fokus.
  8. Mengembangkan kemampuan verbal.
  9. Meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang ada di platform media terutama digital.
  10. Meningkatkan kreativitas dalam memilih dan menyusun kata.

 

HAPPY MABIT SDIT ALKARIMA KUBU RAYA

HAPPY MABIT SDIT ALKARIMA KUBU RAYA

Ada yang tahu ga sih apa itu MABIT….?

Pasti mikirnya Malam Bina Iman dan Taqwa, itu sih bukan definisi tapi makna dari singkatannya ya 🙂

Pengertian MABIT

Apa Itu MABIT? MABIT merupakan salah satu sarana tarbiyah untuk melembutkan hati, membina ruhiyah, membersihkan jiwa dan juga membiasakan fisik untuk beribadah.

Beribadah yang dimaksud di sini adalah shalat tahajud, dzikir, tafakkur dan tadabbur.

Adapun contoh program MABIT adalah shalat berjamaah, khatam al-Qur’an, sholat sunnah tahajud berjamaah, muhasabah, nonton film siroh nabi, doa bersama serta kajian “Adab kepada kedua Orang Tua”.

Melalui kegiatan ini siswa dididik dan dibina supaya menjadi lebih paham dan mengerti betapa pentingnya keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual saja melainkan juga memiliki peran dan tanggung jawab kepada sesama manusia dan Allah SWT dengan baik.

MABIT di SDIT ALKARIMA Kubu Raya

  1. Kegiatan MABIT di sekolah kami mulai pkl 16.30 lanjut acara yang dinanti-nanti siswa yaitu fun games, kegiatan seru-seruan antara guru dan siswa nya nih, biasanya dipandu oleh Ustadz Ustadzah. Menjelang maghrib Shalat berjamaah lalu kumpul bersama membaca almasurat setelah itu makan bersama, lanjut shalat Isya berjamaah dan Materi MABIT. Untuk materi MABIT beragam disesuaikan dengan keadaan siswa misalnya tips menjelang PTS, akhlak dan sebagainya, didalam materi ini ada motivasi, tips/cara, dan muhasabah diri (renungan). Siapa sih pematerinya..? Pemateri nya kami datangkan dari luar yang biasanya sebagai trainer dengan pengalaman yang beragam sebagai pembicara.
  2. Malam hari ada kegiatan shalat Lail (Tahajud) berjamaah lanjut Shalat Subuh dan tadarus di ruang masing-masing lalu lanjut olahraga dan clean action. Next closing and go home.

Download kegiatan :JADWAL MABIT SEMESTER 2 SDIT Alkarima Kubu Raya

Manfaat Kegiatan MABIT Untuk Siswa

Ada banyak manfaat yang akan didapatkan siswa dari kegiatan MABIT. Apa sajakah manfaat tersebut?

1) Meningkatkan Iman dan Taqwa Para Siswa

Manfaat pertama dari kegiatan MABIT adalah untuk meningkatkan iman dan takwa para siswa.

Meskipun kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang singkat, biasanya hanya 1 malam saja tetapi bisa sangat berpengaruh pada keimanan dan ketakwaan siswa yang mengalami peningkatan.

Barakah dan ketenangan jiwa akan menyadarkan siswa yang mengikuti kegiatan ini menjadi sadar sehingga banyak berubah ke arah yang lebih positif.

2) Menjadi Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Mengikuti kegiatan MABIT yang diadakan oleh pihak sekolah, siswa akan terinspirasi dan termotivasi agar terbiasa untuk menjalankan shalat malam atau shalat lail.

Jadi, siswa tidak hanya melakukan shalat malam ketika mengikuti acara ini saja, tetapi setelah pulang ke rumah setiap malam akan melakukannya.

3) Menumbuhkan Muhasabah atau Introspeksi Diri

Kegiatan MABIT akan memberikan banyak manfaat bagi siswa, salah satunya bisa menumbuhkan muhasabah atau introspeksi diri.

Siswa bisa intropeksi diri mengenai perilaku dan tutur kata yang selama ini kurang baik.

Setelah itu, siswa akan termotivasi untuk memperbaiki diri sehingga bisa meningkatkan kualitas akhlaknya.

4) Berupaya untuk Menjadi Hamba yang Bertakwa

Setelah mengikuti kegiatan MABIT, siswa akan berupaya untuk menjadi hamba yang bertakwa.

Dimana siswa akan selalu taat menjalankan perintah Allah SWT dan mengerjakan amalan-amalan sunnah serta banyak berzikir dan berdoa. Selain itu, siswa juga akan menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

5) Memiliki Kesempatan Melakukan Riyadhah

Manfaat berikutnya yaitu siswa memiliki kesempatan melakukan riyadhah atau latihan.

Pada saat mengikuti kegiatan ini siswa dilatih untuk menjalankan sholat lima waktu di awal waktu serta menjalankannya secara berjamaah di masjid.

Selain itu, siswa juga akan terlatih untuk mengerjakan sholat sunnah, tidak hanya saat acara berlangsung saja tetapi dilakukan pada hari-hari berikutnya.

6) Lebih Menghargai Waktu

Mengikuti acara MABIT, siswa juga akan dilatih untuk mengatur waktu dengan baik.

Ada waktu untuk beribadah kepada Allah SWT dan kapan waktunya untuk berbuat atau berperilaku untuk kepentingan dunia.

Dari sini nantinya siswa akan lebih menghargai waktu supaya lebih produktif.

OUTING CLASS SDIT ALKARIMA

OUTING CLASS SDIT ALKARIMA

Outing Class adalah salah satu metode pembelajaran yang biasa dilakukan oleh para guru. Outing adalah akronim dari outbond trainingOutbond sendiri didefinisikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang baik di dalam (indoor) atau di luar (outdoor) dengan melakukan beberapa simulasi permainan (outbound games) yang dilakukan secara individu maupun berkelompok dengan tujuan mengisi waktu liburan atau refreshing. Selain itu outbound juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kekompakan dalam team (team building) dan kebersamaan.

Outing class adalah salah satu metode pembelajaran dimana peserta didik belajar di luar kelas. Outing class ini biasanya rutin dilaksanakan. Misalnya saat materi pelajaran selesai dibahas, atau bisa juga setiap satu semester sekali. Outing class memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para peserta didik.

Hal inilah diantara yang menjadi dasar SDIT Alkarima mengadakan program Outing Class dari kelas 1 sampai 6.

Manfaat Outing Class

Kegiatan outing class ini mememiliki banyak manfaat bagi peserta didik. Manfaat outing class antara lain :
1. Dapat mengetahui seberapa kuat kemampuan peserta didik
2. Mengajarkan peserta didik untuk bisa  bersosialisasi
3. Mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan bermasyarakat
4. Memberikan pelajaran bagaimana menghargai pendapat dan perbedaan dari orang lain

Download :JADWAL OUTING CLASS SEMESTER 2 SDIT ALKARIMA KUBU RAYA

5. Mengajarkan cara memecahkan masalah secara berkelompok
6. Menumbuhkan kemampuan komunikasi yang baik dengan oranglain
7. Melatih kemandirian dan kepemimpinan dalam suatu kelompok
8. Melatih kreativitas peserta didik melalui permainan permainan yang ada saat outing
9. Mengembangkan karakter peserta didik
10. Memberdayakan kemampuan syaraf motorik peserta didik
11. Mengembangkan daya imajinasi peserta didik seperti saat game perang/paint ball karena mereka merasakan sensasi perang seperti video
12. Mengajarkan pada peserta didik utuk mencari jawaban atas masalah (problem solving) yang mereka hadapi saat bermain game-game outbound
13. Membuat peserta didik mampu lebih memahami materi yang sudah dipelajari di kelas.

BERTAHUN-TAHUN AKU MELAKUKANNYA

BERTAHUN-TAHUN AKU MELAKUKANNYA


Oleh Elly Trianti Soetomo, S.Pd

Saya terbiasa membuka pembelajaran dengan kegiatan yang sudah tercatat rapi dalam perangkat ajar. Mulai dari mengucapkan salam, bertanya kabar, mengabsen siswa, yel-yel, ASALAM (ada sampah langsung ambil), pemberian motivasi, nasehat, hingga apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Rasanya susunan kegiatan pembuka tersebut sudah sangat tepat dengan prosedur dan kerap saya lakukan karena sesuai dengan Standart Operating Procedur (SOP) dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Merasa telah tepat melakukan runutan pembukaan selama berahun-tahun mengajar, hingga tersadarkan dengan pertanyaan, “Apakah benar setiap mulai pembelajaran harus seperti itu?” Tidak banyak memang waktu yang saya alokasikan untuk membuka pelajaran, hanya berkisar sepuluh menit saja. Namun setelah dihitung, diakumulasikan selama bertahun-tahun mengajar, sepuluh menit itu telah menjadi ratusanribu waktu dan sayangnya saya lupa mengevaluasi keefektifan dan korelasinya.

Berbeda hal ketika bosan melanda atau saya berpacu dengan waktu untuk mencapai targetan hari itu, jujur terkadang beberapa kegiatan pembuka akhirnya mendapat catatan free memory. Kemudian mencoba mengingat hampir semua siswa hafal dengan setiap pertanyaan di awal pembelajaran. Apakah ini tanda bahwa anak-anak sudah bosan dengan cara kita membuka pembelajaran? Apakah saya memulai sesuatu tanpa makna? Padahal sepuluh menit pertama adalah indikator keberhasilan seorang guru dalam memberikan pembelajaran hingga akhir. Sepertinya saya harus mencoba cara lain dalam membuka pembelajaran agar sejak awal siswa memiliki antusiasme dalam belajar, dan itu bertahan hingga akhir serta mengalami pembelajaran bermakna juga mendalam, tidak sekedar ketertarikan sesaat pada saat pengkondisian melalui ice breaking yang belum tentu juga berkaitan dengan materi serta tujuan pembelajaran yang harus didapatkan oleh siswa.

Dipaksa untuk berpikir cara membuka pembelajaran, rasanya seperti tertampar dan tersadarkan akan sesuatu yang telah terlewatkan. Sebagai seorang pendidik, sejatinya kita harus cerdas, inovatif, dan kreatif dalam mengantarkan dan membangun inkuiri pemahaman serta transfer pembelajaran. Terlebih dengan kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka, seorang guru haruslah memastikan setiap siswa merdeka menentukan tujuan pembelajaran yang ingin mereka capai. Ketertarikan siswa pada kegiatan pembuka tidak boleh temporal. Beberapa saat terpusat pada guru, untuk kemudian sibuk kembali dengan dunianya masing-masing.

Perhatian dan ketertarikan siswa untuk belajar harus dibangun sejak awal hingga akhir, bahkan memastikan setiap siswa mendapatkan haknya untuk memperoleh pembelajaran yang mendalam dan bermakna untuk kehidupan mereka. Kegiatan pembuka yang hanya sepuluh menit haruslah dapat memunculkan kesadaran atau keyakinan kepada setiap siswa, “Mengapa saya harus bersungguh-sungguh mempelajari materi ini?” Guru bukanlah penentu segalanya. Siswa harus dilibatkan berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran yang akan didapatkannya.

Ketika setiap siswa telah menemukan dan menentukan Big Why-nya sendiri, saya yakin pembelajaran akan jauh lebih efektif, menarik, dan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam serta bermakna. Pembelajaran pun akan jauh lebih menyenangkan dan tidak akan membuat siswa merasa bosan. Bahkan bisa jadi setiap siswa menolak untuk berhenti belajar. Ma Syaa Allah luar biasa apabila proses yang menyenangkan itu dapat diterapkan oleh setiap pendidik dan dirasakan oleh peserta didik. Memikirkannya saja saya sudah takjub luar biasa. Sulit? Mungkin jika dibayangkan akan terasa sulit. Karena saya sudah bertahun-tahun terbiasa melakukan hal yang selama ini dianggap tepat.  Namun berubah merupakan tantangan untuk memperbaiki wajah Pendidikan di negeri tercinta, Indonesia. Pertanyaannya adalah, Apakah kita mau menjadi tersebut? Atau kita akan tetap berada di zona nyaman dengan tetap melakukan hal yang sama dan tidak melakukan perubahan apa pun. Saya pribadi merasa tertantang dan akan berusaha melakukan perubahan. Wallahu’alam bi showab.

MARKET DAY SDIT ALKARIMA

MARKET DAY SDIT ALKARIMA

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur, SDIT ALKARIMA KUBU RAYA Gelar Market Day setiap Pekan

Salah satu tujuan dari pendidikan adalah membentuk watak, karakter, serta mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi masa depannya. Sebagai lembaga yang menjalankan proses pendidikan, diantara kegiatan yang dilakukan dalam rangka membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik SDIT Alkarima Kubu Raya mengadakan kegiatan Market Day setiap pekan pada hari jumat.

Dijelaskan oleh Kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi, kegiatan Market Day diselenggarakan sebagai bentuk aplikasi penguatan pendidikan karakter di sekolah. Ada nilai religius, siswa dilatih untuk melakukan nilai-nilai kejujuran dalam proses jual beli sampai dengan laporan perolehan hasil. Wujud sikap mandiri dan gotong royong, anak-anak diberi kebebasan untuk mempersiapkan lapak, memilih, dan menjajakan barang dagangannya. Sekolah hanya memberi rambu-rambu bahwa yang dijual dalam bentuk jajanan makanan dan minuman yang sehat dan tidak mengandung banyak bahan pengawet dan penyedap rasa.

“Market Day ini salah satu program sekolah dan baru kali pertama dilaksanakan untuk mengenalkan jiwa enterpreneur kepada anak. Sebagai bekal anak-anak terjun ke masyarakat setelah lulus nanti. Memang sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa dalam menyalurkan kreativitasnya,” jelas Syabandi.

 

Sedangkan ketua tim Entrepreneur SDIT Alkarima Kubu Raya, Yuniar menjelaskan pula pemilihan menu makanan dan minuman serta konsep pemasaran dan manajemen usaha diserahkan semuanya kepada siswa. Anak-anak diberi keleluasaan menggunakan halaman sekolah sebagai lokasi tempat usaha mereka dalam kegiatan Market Day tersebut. Hanya saja sekolah membagi peserta didik dalam hal jualan makanan dan minuman.

“Dalam kegiatan ini tidak ada intervensi dari guru atau sekolah. Anak-anak sendiri yang berkreatifitas keinginannya seperti apa, hanya saja peserta didik sudah dijadwalkan  untuk berjualan makanan atau minuman,” tandasnya.

 

 

“STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” SDIT ALKARIMA

“STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” SDIT ALKARIMA

SDIT Alkarima Gelar “STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” di Masjid Raya Mujahidin

Senin-Rabu (16-18/1), para peserta didik kelas 1-6 SDIT Alkarima Kubu Raya mengikuti kegiatan Student’s Qur’anic Development (SQP) dengan tema “Bestie Of Qur’an, Family Of Allah”. Kegiatan ini dilakukan dengan dengan tujuan memberikan motivasi dan semangat kepada siswa dalam belajar tahsin dan tahfidz Alquran. Karena Alqur’an adalah jalan menuju kesuksesan dunia dan akherat. Selain itu, kegiatan ini dapat menginspirasi guru serta orang tua untuk menjadikan anak-anaknya generasi qurani yang sukses dunia akhirat.

Student’s Qur’anic Development (SQP) ini adalah kegiatan yang rutin setiap tahun diadakan dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap qur’an. Mudah-mudahan kebersamaan dan kecintaan Alqur’an bukan hanya sehari. Namun sebagai pijakan mengingatkan dan sebagai contoh. Untuk senantiasa tak bisa lepas. Keseharian selalu cinta dan berasama Alqur’an. Kata kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi.

Selain itu kata Syabandi, Alqur’an yang sudah kita hafal harus diamalkan dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencintai, membersamai Alqur’an bukan sekedar menghafal dan membacanya. Namun bisa mengamalkannya. Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam setiap aspek kehidupan”, jelasnya.

Acara yang diadakan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini, dimulai pukul 07.45 sampai 14.00. Diawali dengan Motivasi Qur’an, setelah itu murojaah juz yang telah dihafal dan menambah hafalan baru di sertai belajar Tahsin Qur’an metode WAFA di dampingi oleh guru Qur’an, dilanjutkan dengan Games Qur’an, dan diakhiri dengan pemberian reward. Para peserta didik sangat antusias dan senang dengan adanya kegiatan ini. Peserta didik menjadi lebih dekat dengan Al Quran dan dapat mengingat hafalan Al Quran yang telah dihafalkan. Membaca Al Quran itu menyenangkan dan membuat hati lebih tenang.

Laporan Infaq 1000/Hari 2023

Laporan Infaq 1000/Hari 2023

Yuk, ambil bagian dalam jalan surga!
Mari berbagi!

Mulai Rp1000 hingga tak terbatas. Siapa pun bisa berperan.

Sebesar apa pun tetap berarti. Raih kejayaan dunia akhirat.

Ummi/Abi, Izinkan saya menyampaikan laporan dan perkembangan ke para donatur setiap pekan dan bulannya mengenai infaq 1000/hari pada Yayasan Al Karima

Laporan infaq 1000/hari Desember 2022 Alhamdulillah terkumpul Rp 8.287.500,00

Pengumpulan infaq dilakukan pada tgl 1-10 setiap bulannya

Pengumpulan bisa melalui Transfer BSI ke no rek 1300130018 an YAYASAN ALKARIMA KALIMANTAN BARAT, atau diantar langsung ke sekolah

Terimakasih Syukron jazakumullah Khairan kepada para donatur yang telah menginfakan sebagian rezekinya untuk anak yatim, penghafal Al-Qur’an dan dhuafa, semoga Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik lagi. Allah jadikan anak ummi/Abi anak yang sholeh dan sholeha, menjadi anak yang sehat, cerdas, dan berguna untuk bangsa dan agama.
Semoga Allah jadikan hidup kita mudah, berkah dan lapang dengan infak untuk anak yatim, penghafal Al-Qur’an dan duafa ini.

Jazaakumullohu Khoiron Katsiron
Wassalamualaikum Wr. Wb

Salam hormat saya,

Staff admin infaq 1000

Indri Nur Kholifah

Dokter Cilik Kader Kesehatan Sekolah

Dokter Cilik Kader Kesehatan Sekolah

Dokter Cilik Menjadi Kader Kesehatan Sekolah

Kubu Raya: Sebagai salah satu sekolah penggerak di Kalimantan Barat, SDIT Alkarima Kubu Raya banyak mengembangkan pengetahuan dan pelatihan keterampilan terhadap para peserta didik tak hanya kemampuan akademik namun juga non-akademik termasuk pendidikan Dokcil (dokter Cilik.

Lewat dokter Cilik, Peserta didik dikenalkan tentang program UKS dan dokter, cara bersikap dan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta mengajak teman-temannya untuk senantiasa membudayakan gaya hidup sehat, mengajak membudayakan Asalam (Ada Sampah Langsung Ambil). Harapannya mereka bisa menjadi kader-kader kesehatan cilik yang mampu memberikan edukasi pentingnya kesadaran atas kesehatan diri terhadap teman, keluarga maupun orang disekitarnya.

Kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi berharap dengan adanya para Dokter Cilik ini bisa menjadi contoh teladan dalam menjaga kebersihan sekolah terutama merubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Alhamdulillah, Dokcil di SDIT Alkarima ini adalah Peserta Didik yang memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Mudah-mudahan dengan adanya para Dokter Cilik ini bisa menjadi contoh teladan dalam menjaga kebersihan sekolah terutama merubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat.

Peserta Dokter Cilik adalah terdiri dari Siswa kelas 4 dan 5 SDIT Alkarima Kubu Raya yang telah dipillih oleh TIM Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekolah.

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

P5 SDIT AL KARIMA

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

by: Ummu Hanin Mischary

Bismillahirahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ummi & Abi,

Apakah Ummi & Abi sering mendengar istilah Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, dan Profil Pelajar Pancasila dalam beberapa waktu terakhir ini? Tahukan Ummi & Abi elemen seperti apa saja yang merupakan perwujudan dari Profil Pelajar Pancasila? Dan apa yang akan dilakukan anak-anak kita dalam program ini? Serta apakah efektif dalam membantu proses belajar anak?

Pengertian Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila merupakan sebuah perwujudan karakter yang akan menjadi target dalam program Merdeka Belajar. Di mana Merdeka Belajar sendiri merupakan upaya pemerinth dalam mendukung sistem belajar anak agar lebih efektif dan efisien. Anak tidak perlu berkutat terlalu lama dengan teori, melainkan langsung pada projek-projek kasus yang sedang mereka pelajari.

Beberapa waktu yang lalu, SDIT Al-Karima Kubu Raya sebagai Sekolah Penggerak yang ditunjuk oleh Pemerintah, telah melangsungkan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat menyenangkan dan penuh manfaat.

Salah satu kegiatannya adalah membuat Ecobricks dengan menggunakan botol air mineral bekas dengan sampah-sampah kering seperti kertas dan plastik yang tidak terpakai. Anak-anak diajak untuk berkreasi dan dibebaskan dari pembelajaran dengan buku dan teori.

Menyenangkan bukan kedengarannya? Benar! Kurikulum Merdeka telah mengajak semua kalangan mulai dari anak, guru, hingga orang tua untuk turut andil dan berpartisipasi dalam pembelajaran anak. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua juga diharuskan memahami esensi dari Kurikulum Merdeka, Program Merdeka Belajar dan tujuan yang ingin dicapai yaitu menciptakan Profil Pelajar Pancasila.

 

6 Elemen Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman dan Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.

Memiliki anak yang sholeh dan sholeha, taat pada Allah, berakhlak baik dan mulia tentu adalah impian setiap orang tua. Begitu pula tujuan yang diharapkan dalam program merdeka belajar ini.

Merdeka belajar bukan berarti anak benar-benar dibebaskan dari proses belajar. Namun, dengan merdeka belajar anak diajak untuk mempelajari segala sesuatu sesuai dengan minat, bakat dan karakter mereka. Tentu saja dengan bimbingan serta arahan dari orang tua dan guru. Termasuklah dalam pendidikan agama dan akhlak.

Ummi & Abi, serta para guru bisa membantu belajar anak sesuai dengan metode yang mereka senangi. Misalnya, dengan mengajak mereka membaca kisah para Nabi dengan kesan yang seru dan menyenangkan, mengajak mereka beribadah wajib dan sunnah, serta mengajarkan mereka betapa menyenangkannya berbuat kebaikan.

  1. Mandiri

Ummi & Abi, sebagai orang tua tugas kita adalah menyiapkan anak yang mandiri dan mampu memberikan manfaat. Rupanya hal ini juga menjadi target pembelajaran dari Kurikulum Merdeka.

Dengan memberikan kebebasan pada anak untuk mempelajari sesuatu sesuai minat dan bakat mereka, mereka akan belajar untuk mandiri dan memiliki tanggung jawab untuk menangangi projek mereka sendiri.

Misalnya, dalam projek Ecobricks beberapa waktu lalu. Dengan bantuan orang tua, anak-anak mengumpulkan botol dan sampah kering. Kemudian mereka diajak untuk memperkecil ukuran sampah-sampah tersebut agar bisa masuk ke dalam botol. Mereka melakukan hal tersebut secara mandiri dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan tiap botol yang mereka punya.

Sampai di sini, mereka tidak hanya belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab, namun juga berhasil menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus menyenangkan bagi mereka.

  1. Bernalar Kritis

Jika pada metode pembelajaran lama peringkat menentukan keberhasilan anak di sekolah, maka tidak dengan Kurikum Merdeka ini. Dalam Program Merdeka Belajar, semua anak dituntut untuk bernalar kritis dan mampu menanggapi permasalahan yang sedang mereka amati atau pelajari.

Di era global seperti ini, anak-anak diharapkan tidak mudah menerima informasi tanpa sumber yang jelas. Inilah perlunya mencetak anak bernalar kritis.

Tidak hanya mengandalkan logika dan fakta dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, anak juga diharapkan mampu mencari kebenaran dari informasi yang diterima.

  1. Berkebhinekaan Global

Kita hidup dalam era globalisasi di mana informasi global dapat keluar dan masuk dengan bebas. Inilah tantangan untuk kita sebagai orang tua serta anak-anak sebagai generasi masa depan.

Mampu berkomunikasi secara interkultural, memahami bahasa dan budaya, berinteraksi dengan sesama hingga memberikan refleksi yang baik mengenai keramah-tamahan Indonesia juga diharapkan menjadi karakter Profil Pelajar Pancasila.

  1. Bergotong Royong

Anak diharapkan memiliki karakter gotong royong dengan suka rela agar segala kegiatan berjalan dengan lancad dan baik. Tidak hanya melatih tanggung jawab dan kebersamaan, gotong royong juga mencipatakn sikap peduli, kemampuan berkolaborasi, serta kebiasaan dalam berbagi.

  1. Kreatif

Nilai kreatif anak dapat di asah dengan banyak hal seperti memadukan warna dalam gambar, menciptakan ide-ide baru dalam sebuah kreatifitas, menuangkan imajinasi mereka dalam bangun ruang seperti bricks atau membuat sesuatu dengan barang bekas.

Dengan diasahnya kreativitas anak, diharapkan anak mampu menyalurkan imajinasi mereka, menuangkan pikiran mereka dan belajar mangambil keputusan dengan bijak. Hal ini akan memberikan pengaruh mengenai bagaimana anak menyelesaikan masalah di kemudian hari.

 

Kurikulum Merdeka Belajar

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar ini, anak-anak akan menjadi pusat pembelajaran. Di mana tidak ada lagi pembelajaran dengan teori menumpuk, menghapal materi, dan berbagai metode pembelajaran dengan kesan membosankan lainnya.

Berfokus pada anak, orang tua dan guru harus lebih peka dalam mengamati minat dan bakat anak karena pada kurikulum ini peserta didik akan diberikan ruang untuk mengembangkan potensi sesuai dengan aspek keterampilan, minat, bakat & karakter siswa namun tetap berlandaskan nilai-nilai dan norma Pancasila agar terbentuk Profil Pelajar Pancasila dan mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul.

Pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan telah menanti anak-anak kita bersama Program ini. Anak-anak memiliki kesempatan belajar menyenangkan sesuai minat, bakat, dan karakternya.

 

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua untuk Mendukung Program Merdeka Belajar?

Sebagai orang tua, peran kita dalam keberhasilan anak sangat diharapkan. Untuk itu, akan lebih baik jika Ummi & Abi juga turut terlibat dalam Program Merdeka belajar ini. Berikut yang bisa Ummi & Abi lakukan untuk mendukung proses belajar ananda:

  1. Bertanya pada sekolah mengenai kurikulum, memahami pengertian dan tujuan kurikulum merdeka.
  2. Berkonsultasi mengenai kondisi anak selama belajar di sekolah mengenai karakter, sikap, kemampuan dan lainnya. Sehingga orang tua memahami kondisi anak, mengetahui minat, bakat dan sistem belajar berdasarkan kemampuan anak.
  3. Mendukung kegiatan belajar dengan menyiapkan kondisi dan lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk belajar agar anak memiliki ruang untuk mengeksplorasi sesuai minat dan bakat mereka.
  4. Memberikan bantuan berupa bimbingan, arahan ketika mereka mendapati kendala dalam proyek yang mereka lakukan. Dengan begitu mereka tidak akan merasa gagal dan putus asa.
  5. Bekerja sama dengan sekolah untuk turut mengetahui dan memahami modul ajar serta alur tujuan pembelajaran yang harus dicapai demi mempermudah tujuan belajar yang akan diraih.

Demikian sekelumit informasi yang penulis ketahui mengenai Profil Pelajar Pancasil serta Program Merdeka Belajar yang sedang ananda jalani. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi Ummi & Abi sekalian.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.

 

Agenda Januari 2023 SDIT ALKARIMA

Agenda Januari 2023 SDIT ALKARIMA


AGENDA JANUARI 2023

🏡Yuk jadwal kegiatan di SDIT ALKARIMA 🥰 selama Bulan Januari 2023.

🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀
silakan cek media sosial kami:
– Website : http://sditalkarima-kkr.sch.id/
– Facebook : https://www.facebook.com/sditalkarima…
– Instagram : https://www.instagram.com/sditalkarim…

Mari dukung Sekolah kami dengan klik SUBSCRIBE, LIKE & SHARE Sebarkan ilmu & dakwah selagi kita mampu melakukannya di dunia ini.
Berikan kami komentar, saran, dan kritik yang membangun dengan baik dan sopan.

Jazakallahu khair. Walhamdu lillahi rabbil ‘alamiin

#SDITALKARIMA
#PPDBSDITALKARIMA
#SekolahQuran
#SekolahEntrepreneur
#SekolahRamahAnak
#AlkarimaBerprestasi
#Senampagi
#Sekolahfavorit
#sekolahbagus
#agendajanuari