GERNAS BAKU (Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku)

🌺Tips/ motivasi parenting dan keluarga
🌺 FORUM SDIT INDONESIA
🌺Jumat, 4 Mei  2018

🌺 Ayah bunda, buku adalah media pembelajaran yang sangat bagus untuk anak. Terutama di era gagdet seperti sekarang, buku menjadi alternatif menyenangkan bagi anak. Bukan hanya buku paket sekolah lho, bun. Buku bacaan anak-anak maksudnya. Bisa buku cerita, ensiklopedia, kumpulan cerpen karya anak, majalah anak dan sebagainya.
Lihatlah ekspresi anak ketika mereka membaca buku. Mata mereka berbinar-binar melihat gambar di buku. Membaca cerita di buku.  Konsentrasi mereka begitu penuh ke buku. Maka, mari dekatkan anak-anak dengan buku. Kita mulai dari kita sendiri dengan cara kita membacakan buku untuk mereka.
Nah, apa saja manfaat kita membaca buku untuk anak?
Banyak sekali, bun. Antara lain :
– menguatkan ikatan hati orangtua dan anak
– menambah kosa kata anak
– membantu anak belajar tata bahasa yang baik
– menguatkan daya imaginasi dan kreatifitas
– mempertajam memori
– melatih anak berkonsentrasi
– menumbuhkan minat baca
Poin terakhir ” menumbuhkan minat baca” ini sangat diperlukan anak-anak jaman sekarang bun. Jaman mereka jaman gagdet yang membuat anak.malas membaca buku. Nah, dengan anak suka membaca buku otomatis ini adalah penangkal efek negatif gagdet yang ampuh.

🌺 Agar agenda membaca buku ke anak ini berjalan dengan menyenangkan, perhatikan hal- hal berikut :

– pilih buku yang sesuai dengan usia anak. Semakin dini anak, anak membutuhkan buku yang banyak gambarnya. Atau persilakan anak memilih sendiri buku yang akan dibacakan.

– pastikan anak dalam kondisi nyaman. Sudah mandi, dan perut terisi. Ini agar agenda membaca buku tidak terganggu dengan anak minta makan atau minum.

– cari waktu yang tepat.
Biasanya anak suka dibacakan buku setelah mereka mandi sore atau menjelang tidur.

– matikan televisi dan jauhkan hape bunda.
Televisi akan memecah perhatian anak. Kalau hape memecah perhatian bunda. Ya ndak,bun?

🌺 Ketika membaca buku, perhatikan hal-hal berikut :

– gunakan nada suara yang bervariasi. Misal suara ayah itu besar, suara ibu lembut, suara anak kecil. Coba bun.. Latihan dulu. Gampang kok.

– ekspresiflah!
Fahami ceritanya dan sampaikan ke anak dengan penuh penghayatan. Kalau ceritanya gembira ya wajah terlihat gembira. Kalau ceritanya kucing melompat ya peragakan melompatnya. Dengan tangan saja, bun. Ndak usah seluruh badan ikut melompat. Oke? Bisa beda nanti cerita selanjutnya ..hehe.

🌺Ayah bunda, berikut lagu Gernas Baku. Ayuk disimak..dan nyanyi bersama anak- anak yukk..

GERNAS BAKU

Ayah bunda bacakan aku buku
Baca buku membuat aku tahu

Ayah bunda bacakan aku buku
Baca buku membuat aku pintar

Ayah bunda bacakan aku buku
Baca buku aku jadi berilmu

Reff.
Ayo ayah bunda ikuti Gernas Baku
Gerakan Nasional orang tua bacakan buku
Ayo ayah bunda ikuti Gernas Baku
Tanggal lima Mei itu dimulai
Tanggal lima Mei itu dimulai

🌺Kapan Gernas Baku dimulai, bunda? Besok. Tanggal 5 Mei 2018. Serentak di seluruh Indonesia..
Ayo sukseskan Gernas Baku..dimulai dari kita!

🌺Kepala Sekolah SDII Al Abidin Surakarta :
Bunda Farida Nur’aini

Ciptakan Liburan Keluarga yang Sehat dan Menyenangkan

Ciptakan Liburan Keluarga yang Sehat dan Menyenangkan

Ditulis oleh Prevention

Padatnya aktivitas dan pekerjaan sering membuat kita para orang tua tak punya waktu untuk bercengkrama bersama keluarga, terutama si Kecil. Padahal meluangkan quality time bersama anak akan membuat si Kecil merasa selalu dekat dan mendapatkan perhatian dari orangtuanya. Dan ini adalah dasar terbentuknya sebuah keluarga yang harmonis.
Oleh karena itu, banyak orang tua yang memanfaatkan libur panjang sekolah untuk mendapatkan quality time mereka bersama sang buah hati. Dan tak jarang ada yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berpelesir ke luar kota atau negeri demi mendapatkan pengalaman liburan seru bersama keluarga tercinta.
Tapi tahukah Anda kalau sebenarnya quality time yang seru bersama anak juga bisa didapatkan di rumah. Tanpa perlu mengeluarkan budget besar. Berikut beberapa ide yang akan membuat liburan kali menjadi quality time yang seru dan sehat.

Berolahraga bersama.
Selain menciptakan kehangatan, aktivitas ini juga akan membuat seluruh anggota keluarga menjadi lebih bugar dan sehat. Ajaklah anak-anak untuk membantu menentukan daftar olahraga apa saja yang bisa dilakukan bersama. Tapi pastikan olahraga tersebut bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga. Lalu, gunakan spidol warna-warni untuk buat kalender pengingat hari dan jam olahraga agar anak lebih termotivasi. Kita juga bisa mengadakan kompetisi kecil-kecilan agar si Kecil lebih semangat. Misal, siapa yang paling rajin olahraga bisa mendapatkan hadiah.
Bermain bersama.
Kita bisa memilih aktivitas outdoor seperti lompat tali, basket, sepak bola, atau bahkan petak umpet. Kesenangan yang didapat saat melakukan permainan tersebut bisa bantu membentuk kekompakan keluarga. Sebab permainan-permainan tersebut biasanya dilakukan secara berkelompok, sehingga kita bisa mengasah anak-anak untuk mengatur strategi bersama, mengajarkan mereka arti kerjasama, dan pasti aktif bergerak.
Berkreasi bersama.
Ajak seluruh anggota keluarga untuk menari bersama. Libatkan si Kecil dalam pemilihan lagu dan kreasikan tarian sehingga mereka akan sangat menikmatinya. Atau bisa juga melakukan kontes hula hoop yang bisa meningkatkan semangat kompetisi dengan cara yang menyenangkan.
Berkebun bersama.
Si Kecil tidak suka mengonsumsi sayur? Aktivitas berkebun bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Studi dari Texas A&M University menemukan, anak-anak akan menunjukkan rasa ketertarikan yang lebih untuk merasakan sayuran-sayuran yang mereka sudah tahu, kenal, serta tanam sendiri. Ajak anak untuk ikut menanam benih, menyiram, dan memberikan pupuk. Jika kita tidak memiliki kebun yang besar, kita bisa mengajak si Kecil menanam tanaman hias di pot.Selain sebagai ajang perekat hubungan antara kita dengan sang buah hati, kegiatan menggali, mencangkul, dan menyiangi rumput bisa menjadi cara yang cukup efektif bagi anak kita untuk membakar kalorinya.

Menjaga Kesehatan Makanan Pada Anak

Menjaga Kesehatan Makanan Pada Anak

Jika Anda tidak mulai menerapkan kebiasaan makan sehat pada anak Anda dari saat mereka lahir, kemungkinan Anda akan bertanya seperti ini, “Bagaimana saya bisa memiliki anak yang sehat?” Kabar baiknya adalah bahwa banyak orang tua mengajukan pertanyaan ini, sehingga hal ini menunjukkan minat dan kepedulian terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Jika orangtua melihat perlunya perubahan dan bersedia untuk mewujudkannya, mereka akan segera memulai perubahan tersebut dengan tekad dan cinta mereka kepada anak-anak meraka. Ingat bahwa memperbaiki gizi anak dan meningkatkan aktivitas fisik mereka adalah sebuah proses. Semakin besar seorang anak, semakin kuat perlawanan mereka.

Pertama, Anda harus mengevaluasi gaya hidup keluarga Anda dan melihat di mana Anda dapat membuat perubahan dengan mudah. Apakah anak-anak Anda makan makanan cepat saji beberapa kali dalam minggu? Apakah mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi? Sangat mudah untuk menghindari mereka makan makanan cepat saji dan mudah untuk membuat aturan ketat tentang menonton TV. Perubahan seperti ini benar-benar akan membuat perbedaan dalam kesehatan keluarga Anda.

Setelah perubahan sederhana dilaksanakan dan anak Anda telah belajar untuk menyesuaikannya, sekarang saatnya untuk mengambil langkah berikutnya. Benar-benar menganalisis kebiasaan makan keluarga Anda. Lihat isi lemari dan kulkas Anda, apa yang anak-anak dan Anda konsumsi? Apakah mereka makan cukup buah-buahan, sayuran dan biji-bijian?

Pada titik ini, saatnya untuk mulai mengubah kebiasaan belanja Anda. Beralih dari roti putih dengan roti gandum, dari beras putih ke beras merah dan lain-lain. Secara bertahap berhenti membeli makanan ringan olahan dan makanan penutup sebaiknya membeli lebih banyak buah dan sayuran. Belajarlah untuk membaca label makanan dan menghindari MSG, sirup jagung fruktosa tinggi dan aspartam.

Sementara itu, dorong anak-anak Anda menjadi lebih aktif. Rencanakan kegiatan olahraga yang dapat Anda lakukan bersama-sama sebagai sebuah keluarga, seperti berjalan-jalan, bermain kickball atau mengunjungi kebun binatang. Kegiatan seperti ini akan menguntungkan seluruh keluarga Anda dan akan membuat kenangan besar dalam hidup.

Ini adalah hal yang baik untuk membuat perubahan secara bertahap karena tidak ada yang suka untuk mengubah seluruh hidup mereka dalam semalam. Ikuti langkah demi langkah untuk memulai proses memiliki anak yang sehat. Orang tua harus mempunyai tekad yang kuat untuk memulainya, jika Anda menyayangi anak Anda, pasti Anda juga bersedia untuk membuat perubahan hidup sehat. Anak yang sehat membutuhkan.

Karena Aku Orang Tua

Karena Aku Orang Tua

Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 17 Desember 2016 SDIT ALKARIMA KUBU RAYA telah mengadakan kegiatan rutin bulanan yaitu Parenting. kegiatan ini di isi oleh konsultan pendidikan yang berasal dari Jogjakarta yakni ibu Dr.Hj.Herawati,Msi. walaupun sudah berumur 50 an ibu yang satu ini sangat enerjik, semangat, dan menjiwai setiap kata-kata yang ia ucapkan. salah satunya adalah peran ibu sebagai guru pertama di keluarga. ibu harus kuat, sabar dan bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. peran ibu di keluarga 80% dibandingkan ayah yang hanya 20%. ibu yang baik akan melahirkan anak-anak yang baik pula, demikian yang dikatakan dosen Untan ini.

Sudahkah Anda Mengokohkan Akarnya?

 

Sahal bin Abdillah At Tusturi seorang ulama zuhud (W: 283 H) bertutur tentang pendidikan di usia kecilnya:
Saat saya berusia tiga tahun, saya qiyamullail. Aku melihat pamanku Muhammad bin Siwar sholat.
Suatu hari beliau berkata kepadaku: Tidakkah kamu berdzikir kepada Allah yg menciptakanmu?
Aku bertanya: Bagaimana caraku berdzikir kepada Nya?
Beliau berkata: Dengan hatimu saat kamu hendak istirahat sebanyak tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu; Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.

Hal itulah yg menjadi malam-malamku kemudian aku kabari beliau.
Beliau berkata: Bacalah itu setiap malam sebanyak tujuh kali.
Kemudian itupun aku kabarkan perkembangannya ke beliau.
Beliau berkata lagi: Bacalah itu setiap malam sebelas kali.
Maka aku pun mulai merasakan kelezatannya dalam hati.

Setelah setahun berlalu, pamanku berkata kepadaku: Jagalah yang sudah kuajarkan kepadamu dan teruskan hingga kamu meninggal. Itu bermanfaat bagimu.
Suatu hari beliau berkata lagi:
Wahai Suhail, siapa yg Allah bersamanya, melihatnya dan menyaksikannya, apakah dia berani berbuat maksiat kepada Nya? Jauhilah maksiat!
Setelah itu, aku pun belajar di Kuttab dan mulai belajar Al Quran. Dan aku berhasil menghapalnya di usia 6 atau 7 tahun. Aku rajin puasa sepanjang tahun dan makanan harianku adalah roti gandum selama 12 tahun.

(Inilah kurikulum asli pendidikan Islam; Iman sebelum Quran. Lihatlah sang paman yang jadi teladan, mendidik bertahap dan memiliki target jelas.
Jika para orangtua atau keluarga mampu menanam iman hingga terasa nikmat di hati, seperti yang dilakukan Muhammad bin Siwar kepada keponakannya yang kelak jadi ahli ilmu zuhud ini, maka silakan dipacu hapalan Qurannya setelah itu.
Tapi jika belum melakukan seperti itu, bagaimana ia menekan anak-anaknya untuk segera hapal Al Quran.
Apalah jadinya pohon besar tanpa akar kokoh? Saat badai fitnah tiba ia akan roboh seperti yang lain.
Jika Kuttab hari ini menerima anak-anak seperti Sahal ini, maka Kuttab siap menarget hapal Al Quran di usia dini.
Tapi, para orangtua…

Sudahkah Anda jadi teladan?
Mengertikah tahapan pendidikan Islam?
Tahukah target yg sedang dijalankannya?

Mari tahu diri…)

 

By. Ust. Budi Ashari